SPBU 34 16921 di Kawasan Bambu Kuning,bojong gede bogor Disorot Masyarakat: Dugaan Keterlibatan Norman dan Pengawas berinisial ( E ) dalam Penyimpangan BBM Bersubsidi Pertalite

Terkini 22 Aug 2026 08:18 • 3 min read • 101 views • By putrasunda102311

Share berita ini

SPBU 34 16921 di Kawasan Bambu Kuning,bojong gede bogor Disorot Masyarakat: Dugaan Keterlibatan Norman dan Pengawas berinisial ( E ) dalam Penyimpangan BBM Bersubsidi Pertalite
BAMBUKUNING, buserinvestigasi.net_bojong gede, KABUPATEN BOGOR – Sorotan tajam masyarakat terhadap dugaan penyimpangan distribusi Bahan Bakar Mi...

BAMBUKUNING, buserinvestigasi.net_bojong gede, KABUPATEN BOGOR – Sorotan tajam masyarakat terhadap dugaan penyimpangan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di kawasan Bambu Kuning, Kecamatan bojong gede, semakin menguat dengan munculnya nama-nama yang diduga terlibat secara langsung.

 

 Selain operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menggunakan pelat identitas berwarna biru, kini beredar informasi yang menyebutkan adanya kerja sama erat antara oknum yang dikenal dengan nama Norman yang diduga berperan sebagai pengumpul dan penyalur BBM bersubsidi secara ilegal, dengan pengawas SPBU yang

 

 bersangkutan, berinisial ( E ) Keluhan yang disampaikan warga setempat menyebutkan bahwa selama beberapa bulan terakhir, pasokan Pertalite yang seharusnya disalurkan kepada konsumen yang berhak justru banyak dialihkan keluar jalur resmi. menggunakan kendaraan bermotor Thunder ,Warga sering mendapati kehabisan stok di SPBU berizin, sementara di

 

 lokasi yang dimaksud bahan bakar tersebut tersedia dalam jumlah besar namun dijual dengan harga di atas ketetapan pemerintah. Pola pengisian yang diduga mengutamakan pembeli dalam jumlah banyak untuk dijual kembali, semakin memperkuat dugaan adanya permainan yang merugikan kepentingan masyarakat luas. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah warga yang enggan menyebutkan identitasnya demi keamanan, Norman diketahui kerap

 

 berkoordinasi langsung dengan pihak pengawas di lokasi tersebut untuk mengatur pasokan Pertalite. Ia diduga mengumpulkan bahan bakar pertalite yang di isi full ke tangki motor tunder, kemudian menyalurkannya melalui SPBU tersebut untuk diperdagangkan secara tidak resmi. Yang membuat masyarakat semakin marah adalah dugaan

 

 keterlibatan pengawas spbu selaku pihak yang seharusnya menjaga kepatuhan terhadap aturan, namun justru diduga memfasilitasi serta melindungi aktivitas penyimpangan tersebut. “banyak nya motor tunder yg antri di spbu tersebut datang mengambil bahan bakar dalam jumlah banyak. Padahal kami yang butuh untuk kendaraan sehari-hari harus kehabisan stok,

 

 atau menunggu lama antrian pengisian di karenakan motor jenis tunder / anak buah norman yg mengisi di pom tersebut lebih dari 20 unit motor tunder” ujar salah satu warga setempat. Masyarakat menilai sangat ironis ketika pihak yang diberi amanah untuk mengawasi justru ikut terlibat dalam merugikan rakyat banyak. Dugaan ini semakin diperkuat dengan fakta bahwa aktivitas yang mencurigakan tersebut berlangsung cukup lama tanpa ada tindakan

 

 penertiban yang dilakukan. Secara peraturan, setiap orang yang melakukan penyelewengan BBM bersubsidi maupun pihak yang membantu serta melindungi tindakan tersebut dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. Hal ini tertuang dalam Undang-Undang tentang Minyak dan Gas Bumi serta peraturan terkait penyaluran BBM bersubsidi, dengan

 

 ancaman sanksi administratif hingga pidana penjara. Peran pengawas sangat krusial dalam menjamin penyaluran yang tepat sasaran, sehingga jika terbukti melanggar, maka pelanggaran tersebut merupakan pelanggaran amanah yang sangat berat. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Norman maupun dari pengawas terkait tuduhan yang dialamatkan

 

 kepada mereka. Masyarakat mendesak aparat penegak hukum polsek bojong gede polres bogor, pihak Pertamina, serta instansi terkait untuk segera melakukan penyelidikan secara mendalam, objektif, dan transparan. Masyarakat juga meminta agar perlindungan diberikan kepada saksi yang bersedia memberikan keterangan guna mengungkap kebenaran sepenuhnya. “Kami ingin keadilan.

 

BBM subsidi adalah hak seluruh rakyat yang membutuhkan, bukan untuk dimainkan segelintir orang yang bekerja sama dengan pihak yang seharusnya mengawasi,” tegas perwakilan warga. Masyarakat berharap kasus ini segera terungkap seluruhnya, dan pelaku yang terlibat mulai dari pelaku utama hingga pihak yang melindungi segera ditindak tegas sesuai peraturan yang berlaku. Selain itu, pemerintah daerah juga diminta untuk memperketat pengawasan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme

 

 pengawasan yang ada guna mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang. Tembusan : polsek bojong gede : Polres depok satgas migas : kab bogor dan pusat Bph migas : kab bogor dan pusat pertamina pusat. Pewarta / B.hardianto

Buser Investigasi

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp