KAYU DIDUGA HASIL PEMBALAKAN CAGAR ALAM MOROWALI KEMBALI DITEMUKAN DI BLOK PERKEBUNAN SAWIT

Kriminal 07 Oct 2026 17:38 • 3 min read • 16 views • By putrasunda102311

Share berita ini

KAYU DIDUGA HASIL PEMBALAKAN CAGAR ALAM MOROWALI KEMBALI DITEMUKAN DI BLOK PERKEBUNAN SAWIT
MOROWALI — Dugaan aktivitas pembalakan liar di kawasan Cagar Alam Morowali kembali menjadi sorotan. Awak media Buser Investigasi bersama masyara...

MOROWALI — Dugaan aktivitas pembalakan liar di kawasan Cagar Alam Morowali kembali menjadi sorotan. Awak media Buser Investigasi bersama masyarakat yang mengaku resah terhadap aktivitas penebangan hutan menemukan tumpukan kayu yang diduga berasal dari kawasan cagar alam.

 

Temuan tersebut dilaporkan berada di Blok 18 perkebunan kelapa sawit, tepat di belakang kawasan pegunungan yang disebut sebagai lokasi pengambilan material.

 

Temuan itu menjadi perhatian karena masyarakat sebelumnya telah menyampaikan keresahan terkait dugaan aktivitas pembalakan di sekitar kawasan Cagar Alam Morowali.

 

Menurut informasi yang diterima awak media, kayu-kayu tersebut diduga tidak sekadar berasal dari aktivitas masyarakat kecil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Pasalnya, di sekitar kawasan tersebut terdapat area perkebunan kelapa sawit yang disebut mencapai sekitar 1.000 hektare.

 

Informasi masyarakat juga menyebutkan adanya dugaan keterlibatan sejumlah pihak dalam rantai kegiatan tersebut, mulai dari pemodal, operator, hingga pihak yang diduga membantu mengeluarkan kayu dari kawasan.

 

Dugaan Penggunaan Dokumen dari Wilayah Lain Persoalan lain yang dinilai perlu mendapat perhatian aparat penegak hukum adalah dugaan penggunaan dokumen kepemilikan lahan atau SHM yang berasal dari desa lain untuk mendukung aktivitas pengambilan dan pengeluaran kayu.

 

Informasi yang diperoleh awak media menyebutkan bahwa terdapat dugaan dokumen yang digunakan tidak sesuai dengan lokasi sebenarnya.

 

 Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dokumen, pengecekan lokasi, serta penelusuran administrasi pertanahan oleh instansi berwenang.

 

Awak media Buser Investigasi menyatakan telah mengantongi sejumlah informasi terkait dugaan dokumen, perusahaan yang disebut berkaitan dengan aktivitas tersebut, serta desa yang diduga memiliki keterkaitan.

 

 Masyarakat Minta APH Tidak Menunggu Koordinasi Masyarakat berharap aparat penegak hukum tidak hanya menunggu adanya koordinasi antarinstansi, tetapi segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum.

 

 Penelusuran diharapkan tidak berhenti pada pekerja lapangan, tetapi juga mencakup pihak yang diduga menjadi pemodal, pihak yang menyediakan dokumen, perusahaan yang digunakan, hingga jalur distribusi kayu apabila memang terbukti berasal dari kawasan konservasi.

 

Buser Investigasi menyatakan akan terus melakukan penelusuran dan menyampaikan temuan kepada instansi terkait, termasuk apabila diperlukan kepada tingkat pemerintahan yang lebih tinggi.

 

Perlu Verifikasi dan Penindakan Jika Terbukti Dugaan pembalakan liar di kawasan konservasi merupakan persoalan serius karena menyangkut kelestarian hutan dan perlindungan ekosistem.

 

Oleh sebab itu, setiap informasi mengenai dugaan pengambilan kayu dari kawasan Cagar Alam Morowali perlu diverifikasi melalui pemeriksaan lapangan dan penyelidikan resmi.

 

BKSDA, aparat penegak hukum, instansi kehutanan, serta instansi pertanahan diharapkan dapat melakukan pemeriksaan secara transparan untuk memastikan asal-usul kayu, status kawasan, legalitas dokumen, serta pihak-pihak yang terlibat.

 

Hingga berita ini disusun, berbagai dugaan tersebut masih memerlukan konfirmasi dan pembuktian dari pihak-pihak yang disebut maupun instansi berwenang.

 

Buser Investigasi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak perusahaan, pemilik lahan, pemerintah desa, BKSDA, maupun pihak lain yang berkepentingan. Buser Investigasi akan terus mengikuti perkembangan persoalan ini.

Buser Investigasi
Chat with us on WhatsApp