Musim Hujan Banten Diprediksi Mundur, Pemprov Siapkan Langkah Antisipasi

Terkini 08 Oct 2026 07:51 • 3 min read • 17 views • By putrasunda102311

Share berita ini

Musim Hujan Banten Diprediksi Mundur, Pemprov Siapkan Langkah Antisipasi
Serang, Buserinvestigasi.net — Pemerintah Provinsi Banten bersama Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II memperk...

Serang, Buserinvestigasi.net — Pemerintah Provinsi Banten bersama Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II memperkuat langkah mitigasi menghadapi potensi mundurnya awal musim hujan yang

 

 diperkirakan memperpanjang periode kemarau di sejumlah wilayah Banten. Hal tersebut dibahas saat Gubernur Banten Andra Soni menerima paparan dinamika iklim dari BBMKG Wilayah II di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (7/10/2026).

 

 Dalam rapat koordinasi tersebut, BMKG menyampaikan bahwa awal musim hujan di wilayah Banten tidak terjadi secara serentak.

 

Sebagian besar wilayah Banten diprakirakan mulai memasuki musim hujan pada November 2026, sedangkan sejumlah wilayah lainnya baru memasuki musim hujan pada Desember 2026.

 

Kondisi tersebut tidak terlepas dari dinamika iklim global, termasuk fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat yang berkontribusi terhadap berkurangnya curah hujan dan memperpanjang periode kekeringan.

 

 BMKG mencatat sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami awal musim hujan yang lebih lambat dari kondisi normal. Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pentingnya langkah antisipasi dilakukan sejak dini, terutama terhadap dampak kekeringan yang dapat dirasakan masyarakat.

 

 “Perlu diantisipasi mundurnya musim hujan dan dampak kekeringan ini sejak dini,” ujar Andra Soni. Pemprov Banten selanjutnya memperkuat koordinasi dengan BMKG serta pemerintah kabupaten/kota untuk memetakan wilayah yang membutuhkan perhatian khusus.

 

 Salah satu prioritasnya adalah memastikan ketersediaan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. Selain itu, opsi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) juga disiapkan sebagai salah satu langkah mitigasi, termasuk untuk membantu pengisian debit waduk seperti Bendungan Karian, apabila berdasarkan kajian BMKG kondisi atmosfer dinilai memungkinkan.

 

Dampak kemarau panjang juga menjadi perhatian pada sektor pertanian dan kesehatan. Keterbatasan air berpotensi memengaruhi kebutuhan masyarakat maupun aktivitas pertanian, sementara kondisi udara dan lingkungan yang

 

 kering juga perlu diwaspadai terhadap gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Namun, kewaspadaan tidak berhenti ketika hujan mulai turun. Setelah periode kemarau panjang, hujan dengan intensitas tinggi dapat meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi.

 

Kondisi tanah yang lama mengalami kekeringan juga perlu menjadi perhatian, khususnya di wilayah yang memiliki kerawanan longsor. Karena itu, pemerintah daerah bersama BMKG akan melakukan pemetaan dan survei lapangan

 

 untuk mengetahui kondisi faktual di sejumlah wilayah serta menentukan lokasi yang membutuhkan penanganan lebih dahulu. BMKG sebelumnya juga memprakirakan puncak musim hujan di Banten dan sejumlah wilayah lainnya akan

 

 berlangsung pada periode Januari hingga Maret 2027. Pemprov Banten mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi BMKG, menggunakan air secara bijak selama periode kemarau, serta meningkatkan kewaspadaan

 

 terhadap potensi bencana ketika hujan mulai turun. Warga Sedulur Banten, mari bersama menjaga kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca dan dinamika iklim demi keselamatan serta ketahanan masyarakat Banten. (Red)

Buser Investigasi
Chat with us on WhatsApp