Seren Taun ke-658 Kasepuhan Gelaralam, Dandim 0622/Sukabumi Hadiri Pelestarian Adat dan Budaya

Terkini 04 Oct 2026 23:08 • 3 min read • 22 views • By putrasunda102311

Share berita ini

Seren Taun ke-658 Kasepuhan Gelaralam, Dandim 0622/Sukabumi Hadiri Pelestarian Adat dan Budaya
SUKABUMI,,buserinvestigasi.net – Upacara adat Seren Taun ke-658 Kesatuan Adat Banten Kidul Kasepuhan Gelaralam/Cipta Gelar berlangsung khidmat d...

SUKABUMI,,buserinvestigasi.net – Upacara adat Seren Taun ke-658 Kesatuan Adat Banten Kidul Kasepuhan Gelaralam/Cipta Gelar berlangsung khidmat di Lapangan Kasepuhan Gelaralam, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Minggu (4/10/2026).

 

Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WIB tersebut dipimpin oleh Abah Ugi Sugriwa Rakasiwi selaku Ketua Adat Kasepuhan Gelaralam dan diikuti sekitar 1.500 orang, terdiri dari masyarakat adat, warga Desa Sirnaresmi, tokoh masyarakat, serta tamu undangan.

 

 Turut hadir Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Inf Agung Ariwibowo, S.Hub.Int bersama Ny. Aminah Agung Ariwibowo, Kapolres Sukabumi AKBP Dr. Benny Cahyadi, S.H., S.I.K., M.H., Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M., Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, S.E., Ketua SABAKI H.

 

Sukanta, Ketua Riungan Gede SABAKI Ustad Iroh Rohadi, Aki Upat selaku Kasepuhan Gelaralam, Ketua Panitia Wa Sodong, jajaran perangkat daerah Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam Cisolok, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

 

Sebelum prosesi sakral Ngampihkeun Pare atau memasukkan hasil panen padi ke dalam leuit, rangkaian kegiatan diawali dengan berbagai tradisi adat, di antaranya Reungkong Buyung, Gegenek, Lengser, Dogdog Lojor, Debus dan Saresehan.

 

 Pada pukul 11.00 WIB, dilaksanakan prosesi utama Ngampihkeun Pare sebagai simbol rasa syukur atas hasil panen sekaligus harapan agar masyarakat senantiasa memperoleh keberkahan, keselamatan dan kesejahteraan. Dalam kesempatan tersebut, Abah Ugi Sugriwa Rakasiwi menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Seren Taun ke-658.

 

 Ia berharap Kasepuhan Gelaralam semakin dikenal luas dan terus berkembang tanpa kehilangan nilai-nilai adat serta kearifan lokal. “Mohon untuk dititipkan masyarakat adat Kasepuhan Gelaralam agar jangan sampai tergoyahkan oleh kemajuan pada masa yang akan datang,” ungkapnya. Sementara itu, Bupati Sukabumi Drs. H.

 

 Asep Japar, M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Seren Taun ke-658. Menurutnya, Seren Taun bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi merupakan wujud rasa syukur atas limpahan rezeki dan hasil pertanian sekaligus momentum memohon keselamatan serta keberkahan.

 

 Ia menegaskan bahwa nilai kebersamaan, gotong royong, penghormatan terhadap alam dan pelestarian budaya leluhur yang terkandung dalam Seren Taun sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menjaga kearifan lokal. “Pengakuan Kasepuhan Gelaralam sebagai Warisan Budaya Takbenda merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama untuk terus menjaga dan mewariskan adat, tradisi serta kearifan lokal

 

 kepada generasi mendatang,” ujarnya. Pemerintah Kabupaten Sukabumi, lanjutnya, berkomitmen mendukung pelestarian adat dan budaya, pengembangan Kasepuhan Gelaralam sebagai destinasi wisata budaya, serta peningkatan infrastruktur pendukung guna mendorong perekonomian dan

 

 kesejahteraan masyarakat. Bupati juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya para Incu Putu, untuk terus menjaga dan melestarikan budaya leluhur agar tidak tergerus perkembangan zaman serta menjadikan budaya sebagai identitas, kebanggaan dan pemersatu masyarakat Kabupaten Sukabumi.

 

 Rangkaian kegiatan pokok Seren Taun ke-658 Kasepuhan Gelaralam selesai sekitar pukul 13.30 WIB. Selama kegiatan berlangsung situasi berjalan aman, tertib dan lancar. Seren Taun ke-658 menjadi momentum penting dalam menjaga kesinambungan adat, budaya dan kearifan lokal masyarakat Kasepuhan Gelaralam sekaligus mempererat kebersamaan antara masyarakat adat, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sukabumi.

Buser Investigasi

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp