Warung Bensin Eceran di Tengah Permukiman Warga Tuai Kekhawatiran Saat Musim Kemarau

Terkini 27 Jul 2026 23:56 2 min read 60 views By admin

Share berita ini

Warung Bensin Eceran di Tengah Permukiman Warga Tuai Kekhawatiran Saat Musim Kemarau
Bogor, buserinvestigasi.net– Sejumlah warga Kampung Lengis, RT 004/RW 006, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, mengaku merasa khawatir dengan keberadaan warung bensin eceran yang berada di tengah permukiman padat penduduk, terlebih saat ini memasuki musim kemarau. Menurut keterangan beberapa warga yang enggan disebutkan identitas lengkapnya, mereka khawatir keberadaan bahan bakar yang disimpan di rumah pribadi dapat meningkatkan risiko kebakaran apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Warung bensin eceran tersebut diketahui berada di kediaman milik Sobari dan Mini. Warga menyebut usaha tersebut telah beroperasi selama bertahun-tahun. Selain persoalan keselamatan, beberapa pembeli juga mengaku harga bensin eceran di lokasi tersebut mencapai Rp13.000 per liter, sementara menurut mereka belum ada kenaikan harga resmi di SPBU. Sumber warga juga menyebut bahan bakar diduga dibeli dari SPBU menggunakan sepeda motor untuk kemudian dijual kembali secara eceran. Informasi ini merupakan keterangan dari warga dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Narasumber berinisial M, serta Ramdani dan Saepuloh yang tinggal di sekitar lokasi, berharap pihak terkait dapat melakukan pengecekan terhadap penyimpanan dan penjualan bahan bakar tersebut. Warga juga berharap apabila dinilai berpotensi membahayakan keselamatan lingkungan, dapat dicarikan solusi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan maupun tanggapan dari Sobari dan Mini terkait kekhawatiran yang disampaikan warga. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi apabila yang bersangkutan ingin memberikan penjelasan Pewarta/teamred

Bogor, buserinvestigasi.net– Sejumlah warga Kampung Lengis, RT 004/RW 006, Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, mengaku merasa khawatir dengan keberadaan warung bensin eceran yang berada di tengah permukiman padat penduduk, terlebih saat ini memasuki musim kemarau.

 

 Menurut keterangan beberapa warga yang enggan disebutkan identitas lengkapnya, mereka khawatir keberadaan bahan bakar yang disimpan di rumah pribadi dapat meningkatkan risiko kebakaran apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Warung bensin eceran tersebut diketahui berada di kediaman milik Sobari dan Mini.

 

Warga menyebut usaha tersebut telah beroperasi selama bertahun-tahun. Selain persoalan keselamatan, beberapa pembeli juga mengaku harga bensin eceran di lokasi tersebut mencapai Rp13.000 per liter, sementara menurut mereka belum ada kenaikan harga resmi di SPBU.

 

 Sumber warga juga menyebut bahan bakar diduga dibeli dari SPBU menggunakan sepeda motor untuk kemudian dijual kembali secara eceran. Informasi ini merupakan keterangan dari warga dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Narasumber berinisial M,

 

serta Ramdani dan Saepuloh yang tinggal di sekitar lokasi, berharap pihak terkait dapat melakukan pengecekan terhadap penyimpanan dan penjualan bahan bakar tersebut. Warga juga berharap apabila dinilai berpotensi membahayakan keselamatan lingkungan, dapat dicarikan solusi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan maupun tanggapan dari Sobari dan Mini terkait kekhawatiran yang disampaikan warga.

 

 Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi apabila yang bersangkutan ingin memberikan penjelasan Pewarta/teamred

Buser Investigasi

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp