Wabup Sukabumi Dampingi Wamen Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga, Perkuat Kolaborasi Penanganan Stunting di Sukabumi

Terkini 09 Oct 2026 18:11 • 4 min read • 6 views • By putrasunda102311

Share berita ini

Wabup Sukabumi Dampingi Wamen Kependudukan Dan Pembangunan Keluarga, Perkuat Kolaborasi Penanganan Stunting di Sukabumi
Kab. Sukabumi, – Buserinvestigasi.net.Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas mendampingi Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus...

Kab. Sukabumi, – Buserinvestigasi.net.Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas mendampingi Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, saat melakukan kunjungan ke Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jumat (9/10/2026).

 

Kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung hasil kolaborasi berbagai pihak dalam upaya penanggulangan dan percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Sukabumi.

 

Wabup Andreas menyampaikan bahwa kehadiran wakil menteri menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan efektivitas intervensi penurunan stunting.

 

Menurutnya, kunjungan tersebut juga menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gizi dan peningkatan kualitas kesehatan keluarga.

 

 “Kehadiran Ibu Wamen merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah pusat terhadap percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sukabumi.

 

 Ini juga momentum bagi kami untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan Kabupaten Sukabumi dalam percepatan penurunan angka stunting,” ujarnya.

 

Andreas mengakui bahwa penanganan stunting merupakan persoalan kompleks yang tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.

 

Diperlukan keterlibatan aktif pemerintah, sektor swasta, serta masyarakat agar program yang telah dirancang dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

 

 “Ketika turun langsung ke lapangan, penanganan stunting memang kompleks. Namun, rumusan dan masalahnya sama. Tinggal konsisten saja terhadap apa yang diprogramkan.

 

 Salah satunya, penanganannya lewat kolaborasi semua unsur,” ucapnya. Ia menegaskan, pola penanganan yang terstruktur dan mengedepankan kolaborasi perlu diperkuat serta diterapkan secara luas di seluruh desa di Kabupaten Sukabumi.

 

 Menurutnya, upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap pencegahan hingga penanganan, dengan melibatkan berbagai sektor yang berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.

 

“Pencegahan stunting ini harus ditangani dari hulu hingga ke hilir. Makanya, kolaborasi menjadi kunci,” ungkapnya. Lebih lanjut, Andreas menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto menjadi salah satu upaya untuk mendukung peningkatan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

 

Ia berharap program tersebut dapat berjalan optimal dan didukung seluruh elemen masyarakat, sejalan dengan cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang membutuhkan sumber daya manusia berkualitas, sehat, dan berdaya saing.

 

 “MBG ini menjadi salah satu penopang untuk perbaikan gizi. Pak Presiden ingin memperbaiki gizi anak-anak Indonesia. Jadi, mari kita dukung program Presiden dan kompak agar penurunan stunting dapat terwujud bagi kemajuan bangsa Indonesia,” bebernya.

 

 Sementara itu, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Wakil Kepala BKKBN RI, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menegaskan bahwa kolaborasi merupakan faktor penting dalam mempercepat penurunan angka stunting.

 

 Ia menilai Desa Gede Pangrango dapat menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama berbagai pihak mampu mendukung pelaksanaan program penanganan stunting di tingkat desa. “Dengan kolaborasi, bisa menjadi lebih baik.

 

 Tanpa kolaborasi, sulit penurunan stunting,” terangnya. Selain kolaborasi, ia menekankan pentingnya intervensi yang menyeluruh dan berkelanjutan. Upaya tersebut mencakup pemenuhan gizi, perbaikan sanitasi, pola asuh anak, hingga penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

 

Menurutnya, seluruh aspek tersebut harus berjalan beriringan agar upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat memberikan hasil yang optimal. Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program kolaborasi di Desa Gede Pangrango.

 

 “Saya mengapresiasi semua pihak yang terlibat. Semoga kolaborasi ini dapat terus dilakukan,” pungkasnya. Kolaborasi Berkelanjutan untuk Generasi Berkualitas Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan komitmen

 

 bersama, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga tingkat desa dan keluarga. Melalui penguatan koordinasi, pemenuhan gizi, perbaikan sanitasi, serta edukasi pola asuh dan perilaku hidup sehat, Kabupaten Sukabumi diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat demi melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (Yan)

Buser Investigasi

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp