Sindikat Solar Ilegal Pesawaran Bebas Berkuasa : Koh Leo dan Ganesa

Terkini 06 Jul 2026 12:07 2 min read 89 views By admin

Share berita ini

Sindikat Solar Ilegal Pesawaran Bebas Berkuasa : Koh Leo dan Ganesa
Pesawaran Lampung buserinvestigasi.net.– Apa yang membuat jaringan penimbunan solar ilegal di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, K...

Pesawaran Lampung buserinvestigasi.net.– Apa yang membuat jaringan penimbunan solar ilegal di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, berani main terang seolah tak tersentuh hukum? Padahal pada 8 April 2026,

 

 Polda Lampung sudah menggerebek habis lokasi yang sama, menyita 203.000 liter barang bukti, serta mencatat kerugian negara mencapai Rp 106,7 Miliar. Lebih dari 15 orang ditetapkan tersangka, namun tidak ada efek jera—operasi justru berjalan kembali lebih leluasa dari sebelumnya.

 

 Penggalian fakta menyingkap struktur kekuasaan yang kokoh. Di balik layar, Koh Leo dikenal sebagai otak utama dan penguasa pasar gelap BBM ilegal di wilayah ini. Tak kalah berpengaruh, Ganesa—pemilik gudang yang dikelola Hendra, pemuda asal Medan—memiliki akses luas:

 

 perusahaannya yang berbasis di Pulau Jawa menguasai jalur pesisir Pesawaran dan menjadikannya pangkalan utama untuk bersandar serta menampung kapal pengangkut minyak selundupan yang terparkir di pantai quinarta.(04/07) Dukungan ini bukan sekadar dugaan, melainkan alasan utama mengapa seluruh jalur operasi,

 

 mulai dari bongkar muat hingga penimbunan, berjalan tanpa hambatan seolah berada di bawah pengawasan resmi. Kondisi yang semakin tak terkendali ini membuat Pengamat Minyak dan Gas (MIGAS) Provinsi Lampung, Zainal Abidin, dengan tegas mengatakan Lampung kini berada dalam keadaan darurat kejahatan energi.

 

 “Lampung darurat minyak ilegal! Angka kerugian negara bukan sekadar catatan, tapi luka parah yang merusak sendi perekonomian daerah. Lihat saja, mereka bergerak bebas bagaikan raja di wilayah sendiri. Penindakan harus tuntas, mutlak, dan tidak boleh tebang pilih—siapa pun yang menjadi tameng kejahatan, sekalipun berseragam, harus diseret ke meja hijau tanpa pandang bulu,” tegas Zainal. Jelas sudah, penggerebekan sebelumnya hanya menyentuh kulit luar saja. Selama jaringan perlindungan di kalangan aparat keamanan belum dibongkar habis,

 

praktik penjarahan energi negara akan terus berulang. Masyarakat menanti langkah nyata: pembongkaran struktur sampai ke akar, serta penindakan tegas terhadap siapa saja yang telah mencoreng nama institusi pertahanan demi keuntungan pribadi dan kelompok kriminal.

Buser Investigasi

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp