Seorang Pemuda Merasa Hebat Mengaku Dirinya Sebagai Humas Proyek Berinisial “Eko” Tak Tampak Saat Aksi Damai GAMPNI

Terkini 04 Jul 2026 08:34 2 min read 228 views By admin

Share berita ini

Seorang Pemuda Merasa Hebat Mengaku Dirinya Sebagai Humas Proyek Berinisial “Eko” Tak Tampak Saat Aksi Damai GAMPNI
Gunungsitoli Sumatera Utara buserinvestigasi.net seorang pria berinisial “Eko” yang sebelumnya mengaku sebagai humas perusahaan pelaksana...

Gunungsitoli Sumatera Utara buserinvestigasi.net seorang pria berinisial “Eko” yang sebelumnya mengaku sebagai humas perusahaan pelaksana Proyek Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias menjadi salah satu sorotan dalam aksi damai yang digelar Gerakan Masyarakat Peduli Nias (GAMPNI),

 

Jumat (3/7/2026). Dalam orasinya di depan gerbang proyek, Pimpinan Aksi GAMPNI, Helpin Zebua, mempertanyakan mengapa sosok yang selama ini disebut-sebut aktif menerima tamu dan memberikan penjelasan mengenai proyek justru tidak hadir ketika masyarakat datang secara resmi untuk menyampaikan aspirasi. Menurut Helpin, pada beberapa kunjungan sebelumnya, setiap kali ada masyarakat, aktivis

 

, maupun jurnalis yang datang ke lokasi proyek untuk melakukan konfirmasi atau pemantauan, pria berinisial “Eko” kerap tampil sebagai pihak pertama yang menemui tamu. Namun, lanjutnya, ketika masyarakat mulai meminta penjelasan lebih rinci mengenai berbagai hasil pemantauan lapangan, pria tersebut disebut tidak lagi memberikan penjelasan secara langsung.

 

Menurut peserta aksi, pada saat dimintai informasi lebih lanjut mengenai sejumlah persoalan teknis proyek, pria berinisial “Eko” justru menyampaikan bahwa akan ada pihak lain yang memberikan penjelasan dan meminta masyarakat menunggu pihak yang berwenang. “Ketika diminta menjelaskan lebih jauh, beliau mengatakan nanti ada pihak lain yang akan menjelaskan.

 

Tetapi sampai aksi damai dilaksanakan, pihak yang dijanjikan tidak pernah hadir, bahkan beliau sendiri juga tidak muncul,” kata Helpin. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan kekecewaan peserta aksi. Mereka menilai, apabila sebelumnya seseorang telah berperan sebagai penghubung atau menyampaikan informasi kepada masyarakat atas nama perusahaan,

 

 maka pada saat aksi damai berlangsung sudah semestinya ada perwakilan perusahaan yang hadir untuk menerima aspirasi dan memberikan penjelasan. Berdasarkan pantauan di lokasi, hingga aksi berakhir tidak terlihat kehadiran pria berinisial “Eko”. Tidak tampak pula perwakilan PT Razasa Karya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), manajemen konstruksi, maupun konsultan pengawas yang menerima peserta aksi. Padahal, menurut peserta aksi

 

, kehadiran pihak-pihak tersebut sangat diperlukan agar aspirasi masyarakat dapat disampaikan secara langsung melalui dialog yang terbuka dan konstruktif. Ketiadaan perwakilan perusahaan di lokasi akhirnya menjadi salah satu faktor yang memicu kekecewaan massa. Yar mend

Buser Investigasi

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp