Pemkab Sukabumi Gaungkan Semangat "Saatnya Bekerja Untuk Keadilan Iklim
Terkini
06 Jun 2026 13:49
•
1 min read
•
162 views
•
By admin
buserinvestigasi.net-Sukabumi, -
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, menegaskan bahwa momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026,
harus dimaknai lewat aksi nyata, diantaranya pengelolaan sampah secara baik.
Hal itu disampaikan Kepala DLH, pada puncak kegiatan peringatan Hari lingkungan Hidup Sedunia, Sabtu 6 Juni 2026.
"Karena kita menghadapi darurat sampah, saya bermohon kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk melakukan 3R, yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang)" jelasnya
Menurut Nunung, hasil pemilahan sampah pada akhirnya akan dioleh melalui teknologi RDF (Refuse Derived Fuel (RDF) . Ia juga mengajak masyarakat untuk melakukan perubahan gaya hidup sehari-hari demi menekan produksi sampah baru.
"Selain itu, mari kita biasakan membawa tempat minum dan wadah makanan sendiri saat bepergian guna meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan kita," tambahnya.
Diketahui, di Kabupaten Sukabumi peringatan hari lingkungan Hidup Sedunia diawali dengan pelaksanaan korve (kerja bakti) serentak secara masif yang tersebar di berbagai ruas jalan, khususnya di sekitar wilayah Cisaat, Jalur Lingkar Selatan, Kadudampit, dan sekitarnya. Langkah ini diambil sebagai upaya memperluas ruang terbuka hijau sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan
Usai pelaksanaan aksi di lapangan, seluruh jajaran dinas terkait berkumpul di Ruang Audio Visual Diarpus Cisaat yang ditransformasikan menjadi pusat komando virtual daerah untuk menyimak pengarahan nasional secara langsung dari Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Mohammad Jumhur Hidayat.
Dalam arahannya, Menteri Lingkungan Hidup menekankan urgensi tata kelola lingkungan yang berkeadilan dan perlunya perubahan paradigma.
"Penanganan sampah tidak boleh lagi hanya bertumpu pada pendekatan hilir. Kita harus mengubah paradigma tata kelola sampah secara menyeluruh," tegasnya.
Menteri Lingkungan Hidup juga mengingatkan bahwa aksi di tingkat lokal sangat krusial dalam merespons ancaman lingkungan berskala global.
"Dunia saat ini menghadapi 'Triple Planetary Crisis', yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan pencemaran laut. Oleh karena itu, target penanaman 2 miliar pohon secara nasional harus kita sukseskan bersama sebagai langkah mitigasi yang nyata,"ungkapnya
Pemkab Sukabumi Gaungkan Semangat "Saatnya Bekerja Untuk Keadilan Iklim"
Related Articles
Recent Articles
•
Danrem 043/Gatam Kunjungi Kodim 0421/Lampung Selatan, Tekankan Peran Babinsa dan Pengabdian kepada Rakyat
•
Penyerahan Motor Beat Hasil Temuan di Jatinegara Kaum Kembali ke Pemilik Asal Cianjur
•
Musim Hujan Banten Diprediksi Mundur, Pemprov Siapkan Langkah Antisipasi
•
Sat PJR Ditlantas Polda Banten Ringkus Dua Terduga Pelaku Penusukan Calon Penumpang Bus
•
Pemkab Sukabumi Matangkan Persiapan HSN 2026, Lapang Korpri Cisaat Jadi Lokasi Upacara
•
KAYU DIDUGA HASIL PEMBALAKAN CAGAR ALAM MOROWALI KEMBALI DITEMUKAN DI BLOK PERKEBUNAN SAWIT
•
DPP lembaga investigasi negara,menyoroti terkait lemahnya pengungkapan tindak pidana korupsi di wilayah Papua Barat Daya,kabupaten sorong kabupaten sorong selatan,
•
Penuh Keakraban, Babinsa Sukadadi Bantu Petani Panen Bawang Merah
•
Irjen Pol Hendra Kurniawan Resmi Jabat Kapolda Banten
•
Kapolri Suyudi Ario Seto Ziarah ke Makam Kakek di Pandeglang
Popular Articles
•
Kejati Sulteng Belum Beri Titik Terang: Enam Bulan Penyelidikan, Status Hukum Wabup Parimo Masih Samar
•
Ketua Bumdes Desa lologolu SRG di diduga Lenyapkan Dana Bumdes TA.2025
•
Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun mulai tanggal 25 hingga 26 Mei 2026 mengadakan kegiatan sosialisasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.
•
Penjualan Lahan APL di Desa Tokala Atas Dipertanyakan, Pemdes Belum Berikan Klarifikasi
•
Masyarakat Adat Bungku Utara Pertanyakan Tindak Lanjut Hasil RDP DPRD Morut, Sengketa Lahan Eks Transmigrasi SP E Belum Temui Kepastian