Pedagang Tanaman Hias Kota Bogor Menolak Ditertibkan, Ngaku Rutin Bayar : Kok Dibuat Susah Juga Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sedang melakukan normalisasi saluran air atau drainase di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Terkini
01 Jun 2026 18:00
•
1 min read
•
98 views
•
By admin
buserinvestigasi.net-Pedagang tanaman hias di atas drainase terancam dipindahkan dan lapaknya dibongkar.
Salah seorang pedagang tanaman Subhan (35) mengaku keberatan terkait rencana pemindahan dan lapaknya dibongkar.
"Kalau saya pribadi merasa keberatan. Tapi, kalau ini kan direnovasi terus kita boleh balik lagi tidak masalah. Ini kan harus nyari sendiri. Kalau mendukung perbaikan ya saya juga mendukung, karena kan untuk keindahan kota juga," kata Subhan kepada Senin (1/6/2026).
Ia sendiri sudah berjualan tanaman sejak tahun 2007 di Jalan Dadali ini.
Ia meneruskan lapak orangtuanya yang sudah ada sejak tahun 1985.
Selama ini ia melihat saluran drainase di areal pedagang tanaman hias dalam kondisi yang baik.
Para pedagang selalu membersihkan saluran agar tetap berfungsi normal.
"Katanya sih perbaikan saluran air. Tapi, kalau dilihat saluran airnya itu kalau yang di titik sini masih bagus. Kita juga sering bebersih. Malah yang di tikungan sana yang sering menjadi penyebab banjir," ujarnya.
Pemkot Bogor seharusnya sudah menyiapkan tempat relokasi saat rencana ini muncul.
Pedagang merasa jika seperti itu tidak akan kesulitan.
Subhan merasa percuma sebab pedagang selalu membayar uang kebersihan.
"Tapi kalau mau dipindahkan juga ya percuma. Kita juga punya surat resmi untuk jualan disini kok. Kita bayar perbulannya tapi kok dibuat susah juga," tegasnya. drainase di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Pedagang tanaman hias di atas drainase terancam dipindahkan dan lapaknya dibongkar.
Salah seorang pedagang tanaman Subhan (35) mengaku keberatan terkait rencana pemindahan dan lapaknya dibongkar.
"Kalau saya pribadi merasa keberatan. Tapi, kalau ini kan direnovasi terus kita boleh balik lagi tidak masalah. Ini kan harus nyari sendiri. Kalau mendukung perbaikan ya saya juga mendukung, karena kan untuk keindahan kota juga," kata Subhan Senin (1/6/2026).
Ia sendiri sudah berjualan tanaman sejak tahun 2007 di Jalan Dadali ini.
Ia meneruskan lapak orangtuanya yang sudah ada sejak tahun 1985.
Selama ini ia melihat saluran drainase di areal pedagang tanaman hias dalam kondisi yang baik.
Para pedagang selalu membersihkan saluran agar tetap berfungsi normal.
"Katanya sih perbaikan saluran air. Tapi, kalau dilihat saluran airnya itu kalau yang di titik sini masih bagus. Kita juga sering bebersih. Malah yang di tikungan sana yang sering menjadi penyebab banjir," ujarnya. Pemkot Bogor seharusnya sudah menyiapkan tempat relokasi saat rencana ini muncul.
Pedagang merasa jika seperti itu tidak akan kesulitan.
Subhan merasa percuma sebab pedagang selalu membayar uang kebersihan.
"Tapi kalau mau dipindahkan juga ya percuma. Kita juga punya surat resmi untuk jualan disini kok. Kita bayar perbulannya tapi kok dibuat susah juga," tegasnya.
(Deden)
Pedagang Tanaman Hias Kota Bogor Menolak Ditertibkan, Ngaku Rutin Bayar : Kok Dibuat Susah Juga Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sedang melakukan normalisasi saluran air atau drainase di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Related Articles
Recent Articles
•
Sekretaris PWDPI Lampung, Galih Pramana Kembali Mengawal Kasus Predator Anak
•
KETUM DPP PWDPI PIMPIN RAPAT PEMBENTUKAN PANITIA HUT KE-4, BERIKUT SUSUNAN DAN RANGKAIAN KEGIATANNYA
•
GASAK NTB DESAK KEJATI AJUKAN KASASI ATAS VONIS BEBAS 3 ANGGOTA DPRD NTB
•
Rabu, 5 Agustus 2026 Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel
•
Cegah Diabetes Melitus, Mahasiswa KKL-PPM 29 Universitas Malahayati Rancang Program Edukasi Berbasis Data Cek Kesehatan Gratis di RW 06 Kelurahan Banjarsari
•
Anak Sehat, Anak Hebat dengan PHBS: Mahasiswa KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Edukasi Siswa TK Negeri 1 Metro Timur
•
Presiden Prabowo dan PM Anutin Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Tailan
•
CAMAT CIGOMBONG BERSAMA DPMD KABUPATEN BOGOR LAKSANAKAN PEMBAGIAN BENDERA MERAH PUTIH
•
KPGEN PWDPI BERSAMA IKA BOGA DAN BAKING CLUB LOYANG MAS LAMPUNG GELAR LATBAR BOLA DELI DAN ANEKA KUE BAHAN GLUTEN FREE
•
Kadin Lampung Hadiri Forum Strategis Presiden Prabowo, Bawa Misi Perkuat Ekonomi dan Investasi Daerah
Popular Articles
•
Kejati Sulteng Belum Beri Titik Terang: Enam Bulan Penyelidikan, Status Hukum Wabup Parimo Masih Samar
•
Ketua Bumdes Desa lologolu SRG di diduga Lenyapkan Dana Bumdes TA.2025
•
Masyarakat Adat Bungku Utara Pertanyakan Tindak Lanjut Hasil RDP DPRD Morut, Sengketa Lahan Eks Transmigrasi SP E Belum Temui Kepastian
•
Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun mulai tanggal 25 hingga 26 Mei 2026 mengadakan kegiatan sosialisasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.
•
Sengketa Lahan Sawit di Desa Woomparigi Tak Kunjung Selesai, Warga Nilai Kades Terus Ulur Waktu