KNPI Dramaga Balas Sindiran Humas RS KBP: “Katanya Cari Peserta Sunat Massal Sulit, Faktanya Warga Berebut Daftar
Terkini
22 May 2026 09:24
•
1 min read
•
132 views
•
By admin
BOGOR || buserinvestigassi.net- Polemik mewarnai pelaksanaan sunatan massal gratis yang digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia Kecamatan Dramaga dalam rangka Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Kamis (21/5/2026).
Ketegangan pecah antara panitia KNPI Dramaga dan pihak humas RS KBP saat kegiatan berlangsung. Pihak rumah sakit disebut masuk ke ruang tindakan dan mencoba mengatur jalannya teknis acara, padahal menurut panitia, sejak awal kegiatan tersebut disiapkan secara mandiri oleh KNPI bersama relawan tanpa keterlibatan nyata dari pihak rumah sakit.
Ketua KNPI Kecamatan Dramaga, Muhamad Syukron Anugrah, menilai tindakan tersebut tidak etis karena dilakukan ketika kegiatan sosial sedang berjalan dan para relawan tengah fokus melayani masyarakat.
Ketika kami berjibaku mencari peserta, melakukan verifikasi, sampai menyiapkan seluruh kebutuhan kegiatan, tidak ada keterlibatan nyata. Tapi saat acara berjalan justru datang dan mencoba mengatur teknis di lapangan. Itu yang membuat panitia kecewa,” tegas Syukron.
Ia juga menyoroti pernyataan humas RS KBP yang sebelumnya menyebut mencari peserta sunatan massal “bagai mencari jarum di tumpukan jerami”.
Menurutnya, ucapan tersebut terkesan meremehkan kondisi masyarakat kecil yang masih kesulitan mengakses layanan kesehatan.
“Ucapan itu kami ingat betul. Katanya mencari peserta sunat massal sulit seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Faktanya? Dalam waktu singkat 140 anak mendaftar. Bahkan banyak yang terpaksa tidak bisa kami akomodir karena keterbatasan kuota,” ujarnya.
Syukron menilai membludaknya jumlah pendaftar menjadi tamparan keras bagi pihak-pihak yang menganggap kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan gratis sudah tidak ada.
“Ini bukti bahwa masyarakat bawah masih sangat membutuhkan bantuan. Jadi jangan bicara seolah kegiatan sosial seperti ini tidak dibutuhkan warga,” katanya.
Dari total 140 pendaftar,
sebanyak 55 peserta dinyatakan lolos verifikasi. KNPI Dramaga memprioritaskan anak yatim piatu, keluarga berpenghasilan di bawah UMR, dan warga yang benar-benar membutuhkan berdasarkan hasil pendataan lapangan.
Menurut Syukron, proses penjaringan peserta dilakukan langsung oleh pengurus KNPI hingga ke lingkungan warga. Dari situ, pihaknya menemukan masih banyak keluarga yang menunda khitan anaknya karena keterbatasan ekonomi.
“Kami turun langsung ke masyarakat. Banyak orang tua yang mengaku belum mampu mengkhitankan anaknya karena biaya. Jadi kalau ada yang bilang sulit mencari peserta, berarti tidak benar-benar melihat kondisi masyarakat di bawah,” ungkapnya.
Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial HJB, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial organisasi kepemudaan terhadap masyarakat kecil.
“Kami ingin HJB bukan hanya seremoni dan spanduk, tapi ada manfaat konkret yang dirasakan warga,” katanya.
Meski sempat diwarnai ketegangan, pelaksanaan sunatan massal tetap berjalan hingga selesai. KNPI Dramaga memastikan kegiatan berlangsung berkat gotong royong dan swadaya organisasi demi membantu masyarakat kurang mampu.
Di akhir keterangannya, Syukron menyampaikan kritik keras terhadap minimnya sensitivitas sosial sejumlah pihak yang beroperasi di wilayah Dramaga namun dinilai belum maksimal memberi kontribusi sosial kepada masyarakat sekitar.
“Jangan sampai organisasi kepemudaan yang bergerak dengan keterbatasan justru lebih hadir untuk masyarakat dibanding pihak-pihak yang setiap hari menjalankan usaha dan mencari keuntungan di wilayah Dramaga,” pungkasnya. (WBS)
KNPI Dramaga Balas Sindiran Humas RS KBP: “Katanya Cari Peserta Sunat Massal Sulit, Faktanya Warga Berebut Daftar”
Related Articles
Recent Articles
•
Sekretaris PWDPI Lampung, Galih Pramana Kembali Mengawal Kasus Predator Anak
•
KETUM DPP PWDPI PIMPIN RAPAT PEMBENTUKAN PANITIA HUT KE-4, BERIKUT SUSUNAN DAN RANGKAIAN KEGIATANNYA
•
GASAK NTB DESAK KEJATI AJUKAN KASASI ATAS VONIS BEBAS 3 ANGGOTA DPRD NTB
•
Rabu, 5 Agustus 2026 Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel
•
Cegah Diabetes Melitus, Mahasiswa KKL-PPM 29 Universitas Malahayati Rancang Program Edukasi Berbasis Data Cek Kesehatan Gratis di RW 06 Kelurahan Banjarsari
•
Anak Sehat, Anak Hebat dengan PHBS: Mahasiswa KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Edukasi Siswa TK Negeri 1 Metro Timur
•
Presiden Prabowo dan PM Anutin Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Tailan
•
CAMAT CIGOMBONG BERSAMA DPMD KABUPATEN BOGOR LAKSANAKAN PEMBAGIAN BENDERA MERAH PUTIH
•
KPGEN PWDPI BERSAMA IKA BOGA DAN BAKING CLUB LOYANG MAS LAMPUNG GELAR LATBAR BOLA DELI DAN ANEKA KUE BAHAN GLUTEN FREE
•
Kadin Lampung Hadiri Forum Strategis Presiden Prabowo, Bawa Misi Perkuat Ekonomi dan Investasi Daerah
Popular Articles
•
Kejati Sulteng Belum Beri Titik Terang: Enam Bulan Penyelidikan, Status Hukum Wabup Parimo Masih Samar
•
Ketua Bumdes Desa lologolu SRG di diduga Lenyapkan Dana Bumdes TA.2025
•
Masyarakat Adat Bungku Utara Pertanyakan Tindak Lanjut Hasil RDP DPRD Morut, Sengketa Lahan Eks Transmigrasi SP E Belum Temui Kepastian
•
Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun mulai tanggal 25 hingga 26 Mei 2026 mengadakan kegiatan sosialisasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.
•
Sengketa Lahan Sawit di Desa Woomparigi Tak Kunjung Selesai, Warga Nilai Kades Terus Ulur Waktu