Ketika 300 Anak Yatim Mengangkat Tangan, Malam Itu Tanah Abang Diselimuti Doa

Terkini 30 Jul 2026 20:40 4 min read 104 views By AM

Share berita ini

Ketika 300 Anak Yatim Mengangkat Tangan, Malam Itu Tanah Abang Diselimuti Doa
H. Hercules Rosario Marshal Hadiri Santunan, Menghadirkan Harapan bagi Mereka yang Tumbuh Bersama Kerinduan

Jakarta, 30 Juli 2026 —

 

 

Ada luka yang tidak pernah benar-benar sembuh. Luka itu adalah kerinduan seorang anak kepada ayah atau ibunya yang telah lebih dahulu pergi. Kerinduan yang tidak dapat dibeli dengan harta, tidak dapat digantikan oleh apa pun, dan hanya bisa dipeluk oleh waktu, doa, serta kasih sayang dari sesama.

 

 

Malam Kamis, 30 Juli 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai, halaman kegiatan santunan di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, menjadi tempat berkumpulnya 300 anak yatim piatu. Mereka datang dengan wajah yang berbeda-beda. Ada yang tersenyum malu, ada yang memandang ke sekeliling dengan tatapan kosong, dan ada yang terus menggenggam tangan saudaranya seolah takut kembali merasa sendiri.

 

 

Di tengah mereka hadir Ketua Umum DPP GRIB Jaya, H. Hercules Rosario Marshal, untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan santunan. Turut hadir tokoh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan), La Ode Umar Bonte, bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jajaran pengurus GRIB Jaya.

 

Kegiatan santunan tersebut juga dihadiri H. Chato, putra almarhum H. Ucu Kambing, sosok yang dikenal luas sebagai salah satu jawara Tanah Abang pada masanya. Kehadiran H. Chato yang aktif dalam kegiatan GRIB Jaya mendapat sambutan hangat dari para tamu undangan dan masyarakat. Bagi warga Tanah Abang, kehadirannya menjadi pengingat akan eratnya hubungan antara tokoh-tokoh masyarakat dengan tradisi kepedulian sosial yang terus dijaga hingga kini. H. Chato tampak membaur bersama para pengurus, tokoh masyarakat, dan anak-anak yatim, memperkuat suasana kekeluargaan yang menjadi ruh dari kegiatan santunan tersebut.

 

 

Saat satu per satu anak menerima santunan, yang tampak bukan sekadar penyerahan bantuan. Yang terlihat adalah tatapan mata yang menyimpan begitu banyak cerita. Bagi sebagian anak, malam itu mungkin menjadi satu dari sedikit momen ketika mereka merasakan begitu banyak orang hadir untuk memperhatikan mereka.

 

 

Dalam sambutannya, H. Hercules Rosario Marshal menyampaikan bahwa menyantuni anak yatim merupakan bagian dari jalan hidup yang ingin terus dijaganya.

 

"Saya memang sangat senang menyantuni anak yatim. Bahkan malam ini, di rumah saya di Jakarta juga sedang berlangsung santunan anak yatim. Di tempat lain pun pada hari yang sama kegiatan serupa sedang berjalan. Selama Allah SWT masih memberikan kesehatan dan rezeki, saya ingin terus berbagi. Saya percaya doa anak-anak yatim adalah doa yang penuh keberkahan."

Ucapan itu disambut tepuk tangan. Namun beberapa saat kemudian, suasana berubah menjadi hening. Keheningan yang lahir bukan karena tidak ada kata-kata, melainkan karena banyak hati sedang merenungkan arti kehilangan dan arti kepedulian.

 

 

Ketika salah seorang pengurus memberikan sambutan, suaranya perlahan bergetar. Ia beberapa kali menghentikan kalimatnya untuk menenangkan diri. Dengan mata yang berkaca-kaca, ia mengucapkan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Keharuan itu menjalar ke tengah hadirin. Sejumlah tamu tampak menyeka air mata, sementara yang lain menundukkan kepala mengikuti doa yang dipanjatkan.

 

 

Di sudut ruangan, beberapa anak memeluk erat amplop santunan yang baru mereka terima. Nilai bantuan itu mungkin dapat habis dipakai. Namun perhatian, sapaan hangat, dan doa yang mereka terima malam itu diharapkan menjadi kenangan yang tinggal lebih lama di hati mereka.

 

 

Atas nama Pimpinan PAC GRIB Jaya Kecamatan Tanah Abang, panitia menyampaikan penghargaan kepada H. Hercules Rosario Marshal atas kepedulian yang ditunjukkan kepada masyarakat.

 

 

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak H. Hercules Rosario Marshal. Semoga setiap langkah kebaikan yang beliau lakukan menjadi amal yang membawa keberkahan. Malam ini, anak-anak kami tidak hanya menerima santunan, tetapi juga merasakan bahwa masih banyak yang peduli dan menyayangi mereka."

Menjelang acara berakhir, ratusan anak yatim mengangkat kedua tangan mereka. Doa-doa lirih memenuhi ruangan. Di antara suara yang nyaris tak terdengar itu, tersimpan harapan yang sederhana: semoga hari esok lebih baik daripada hari ini.

 

Malam itu, Tanah Abang mengajarkan satu hal yang tak pernah lekang oleh waktu: anak yatim mungkin kehilangan pelukan orang tua, tetapi mereka tidak boleh kehilangan harapan. Selama masih ada tangan yang bersedia menggenggam dan hati yang memilih untuk peduli, selalu ada cahaya yang menyertai langkah mereka menuju masa depan.

 

 

 

 

 

 

 

 

AM @ 2026

Buser Investigasi

Recent Articles

Popular Articles

Chat with us on WhatsApp