Keluhan Pekerja Lokal Terkait Pengerjaan KDMP Koperasi Merah Putih di Kelurahan Rancamaya
Terkini
24 May 2026 19:37
•
1 min read
•
122 views
•
By admin
Pengerjaan pembangunan KDMP Koperasi Merah Putih yang berlokasi di Kelurahan Rancamaya Agrobisnis RT 01 RW 01, Kecamatan Bogor Selatan, menuai keluhan dari kepala tukang dan para pekerja lokal.
Sejak awal pengerjaan dimulai dari wilayah Boplang, seluruh tenaga kerja yang
dilibatkan merupakan warga lokal, termasuk kepala tukangnya. Proyek tersebut memiliki estimasi waktu pengerjaan sekitar 3 bulan 1 minggu.
Namun seiring berjalannya waktu, pihak kepala tukang dan para pekerja mengaku mendapat tekanan dari pihak-pihak terkait yang menilai pekerjaan berjalan lambat.
Bahkan, seluruh pekerja lokal akhirnya diberhentikan dan digantikan dengan tenaga kerja lain dengan alasan kinerja yang dianggap lambat.
Padahal menurut keterangan kepala tukang dan para pekerja, keterlambatan pekerjaan bukan sepenuhnya disebabkan oleh tenaga kerja, melainkan karena
keterlambatan material yang dinilai tidak pernah stabil sejak awal proyek berjalan. Mereka berharap pihak terkait dapat turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya sebelum mengambil keputusan.
“Kami berharap sebelum menyalahkan pekerja, pihak terkait terlebih dahulu mengecek langsung ke lapangan dan menanyakan apa kendala yang sebenarnya terjadi,” ungkap salah satu pekerja.
Selain itu, kepala tukang disebut telah memperjuangkan agar warga sekitar Rancamaya tetap dilibatkan dalam pekerjaan tersebut, mengingat masih banyak masyarakat yang membutuhkan pekerjaan demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Para pekerja juga menyampaikan bahwa sebelum Lebaran sempat terjadi penundaan pekerjaan, bahkan setelah Lebaran pekerjaan kembali tertunda hingga dua minggu akibat keterlambatan material. Tidak hanya itu, hingga saat ini disebut masih ada tunggakan pembayaran material sekitar Rp700 ribu yang belum
diselesaikan dan belum ada tanggung jawab dari pihak pemborong.
Menurut keterangan pekerja, sejak awal pengerjaan di Boplang, selama kurang lebih 10 hari para pekerja sudah siap bekerja di lapangan, namun pekerjaan belum dapat dilakukan secara maksimal karena material belum tersedia.
Dengan adanya kejadian ini, para pekerja berharap seluruh pihak dapat bersikap adil, bijaksana, dan tidak menyalahkan satu pihak saja tanpa melihat kondisi yang sebenarnya di lapangan. Bogor 22/05/2026
Pewarta teamred
Keluhan Pekerja Lokal Terkait Pengerjaan KDMP Koperasi Merah Putih di Kelurahan Rancamaya
Related Articles
Recent Articles
•
Sekretaris PWDPI Lampung, Galih Pramana Kembali Mengawal Kasus Predator Anak
•
KETUM DPP PWDPI PIMPIN RAPAT PEMBENTUKAN PANITIA HUT KE-4, BERIKUT SUSUNAN DAN RANGKAIAN KEGIATANNYA
•
GASAK NTB DESAK KEJATI AJUKAN KASASI ATAS VONIS BEBAS 3 ANGGOTA DPRD NTB
•
Rabu, 5 Agustus 2026 Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel
•
Cegah Diabetes Melitus, Mahasiswa KKL-PPM 29 Universitas Malahayati Rancang Program Edukasi Berbasis Data Cek Kesehatan Gratis di RW 06 Kelurahan Banjarsari
•
Anak Sehat, Anak Hebat dengan PHBS: Mahasiswa KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Edukasi Siswa TK Negeri 1 Metro Timur
•
Presiden Prabowo dan PM Anutin Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Tailan
•
CAMAT CIGOMBONG BERSAMA DPMD KABUPATEN BOGOR LAKSANAKAN PEMBAGIAN BENDERA MERAH PUTIH
•
KPGEN PWDPI BERSAMA IKA BOGA DAN BAKING CLUB LOYANG MAS LAMPUNG GELAR LATBAR BOLA DELI DAN ANEKA KUE BAHAN GLUTEN FREE
•
Kadin Lampung Hadiri Forum Strategis Presiden Prabowo, Bawa Misi Perkuat Ekonomi dan Investasi Daerah
Popular Articles
•
Kejati Sulteng Belum Beri Titik Terang: Enam Bulan Penyelidikan, Status Hukum Wabup Parimo Masih Samar
•
Ketua Bumdes Desa lologolu SRG di diduga Lenyapkan Dana Bumdes TA.2025
•
Masyarakat Adat Bungku Utara Pertanyakan Tindak Lanjut Hasil RDP DPRD Morut, Sengketa Lahan Eks Transmigrasi SP E Belum Temui Kepastian
•
Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun mulai tanggal 25 hingga 26 Mei 2026 mengadakan kegiatan sosialisasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.
•
Sengketa Lahan Sawit di Desa Woomparigi Tak Kunjung Selesai, Warga Nilai Kades Terus Ulur Waktu