Kalaksa BPBD se-Indonesia Belajar Mitigasi Bencana ke Kota Bogor
Terkini
14 May 2026 17:58
•
1 min read
•
103 views
•
By admin
Buserinvestigasi.Bogor,- // Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Indonesia melakukan kunjungan ke Kota Bogor, Kamis (14/5/2026).
Rombongan dipimpin Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kheriawan, dan disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin di Balai Kota Bogor.
Kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan Senior Disaster Management Training (SDMT) yang menjadi program Pusdiklat BNPB.
Kheriawan mengatakan, pelatihan ini diikuti para Kalaksa tidak hanya dari tingkat kabupaten/kota, tetapi juga provinsi.
“SDMT ini melakukan kunjungan ke daerah yang dianggap berhasil dalam penanganan pascabencana. Kota Bogor juga memiliki early warning system terkait ancaman tanah longsor dan banjir,” jelas Kheriawan.
Selain itu, sambungnya, Kota Bogor juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kebencanaan kepada masyarakat, sehingga menjadi salah satu materi pembelajaran tambahan dalam SDMT.
Kheriawan menjelaskan, terdapat total 67 Kalaksa BPBD yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Sumatera hingga Papua. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas para Kalaksa dalam penanggulangan bencana.
“Terutama agar siap menghadapi tantangan-tantangan bencana, mengingat Indonesia memiliki risiko kebencanaan yang sangat tinggi,” ungkap Kheriawan.
Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengaku bangga Kota Bogor menjadi salah satu daerah rujukan pembelajaran terkait mitigasi, tanggap darurat bencana, hingga penanganan pascabencana.
“Berbagi pengalaman saya pikir tidak ada yang paling hebat. Namun pada dasarnya, ketangguhan anggota BPBD, kerja ikhlas, dan kerja cerdas menjadi poin utama. Loyalitas dalam penanggulangan bencana jangan terpengaruh oleh apa pun,” ujar Jenal Mutaqin.
Jenal Mutaqin berharap, sharing pengalaman dari Kota Bogor dapat menjadi referensi bagi para Kalaksa dalam menentukan langkah penanggulangan bencana di daerah masing-masing.
“BPBD dengan anggaran yang mungkin terbatas memang menjadi kendala. Dalam penanganan pascabencana mereka sering tertatih-tatih. Maka dari itu, akan diusulkan dalam perubahan Perda SOTK Kota Bogor tahun ini, BPBD diperkuat dengan dukungan Belanja Tidak Terduga (BTT),” tutup Jenal Mutaqin.
Pewarta : timred
Kalaksa BPBD se-Indonesia Belajar Mitigasi Bencana ke Kota Bogor
Related Articles
Recent Articles
•
Sekretaris PWDPI Lampung, Galih Pramana Kembali Mengawal Kasus Predator Anak
•
KETUM DPP PWDPI PIMPIN RAPAT PEMBENTUKAN PANITIA HUT KE-4, BERIKUT SUSUNAN DAN RANGKAIAN KEGIATANNYA
•
GASAK NTB DESAK KEJATI AJUKAN KASASI ATAS VONIS BEBAS 3 ANGGOTA DPRD NTB
•
Rabu, 5 Agustus 2026 Mendagri: Integritas Kepala Daerah Kunci Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel
•
Cegah Diabetes Melitus, Mahasiswa KKL-PPM 29 Universitas Malahayati Rancang Program Edukasi Berbasis Data Cek Kesehatan Gratis di RW 06 Kelurahan Banjarsari
•
Anak Sehat, Anak Hebat dengan PHBS: Mahasiswa KKL-PPM 79 Universitas Malahayati Edukasi Siswa TK Negeri 1 Metro Timur
•
Presiden Prabowo dan PM Anutin Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Tailan
•
CAMAT CIGOMBONG BERSAMA DPMD KABUPATEN BOGOR LAKSANAKAN PEMBAGIAN BENDERA MERAH PUTIH
•
KPGEN PWDPI BERSAMA IKA BOGA DAN BAKING CLUB LOYANG MAS LAMPUNG GELAR LATBAR BOLA DELI DAN ANEKA KUE BAHAN GLUTEN FREE
•
Kadin Lampung Hadiri Forum Strategis Presiden Prabowo, Bawa Misi Perkuat Ekonomi dan Investasi Daerah
Popular Articles
•
Kejati Sulteng Belum Beri Titik Terang: Enam Bulan Penyelidikan, Status Hukum Wabup Parimo Masih Samar
•
Ketua Bumdes Desa lologolu SRG di diduga Lenyapkan Dana Bumdes TA.2025
•
Masyarakat Adat Bungku Utara Pertanyakan Tindak Lanjut Hasil RDP DPRD Morut, Sengketa Lahan Eks Transmigrasi SP E Belum Temui Kepastian
•
Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun mulai tanggal 25 hingga 26 Mei 2026 mengadakan kegiatan sosialisasi pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.
•
Sengketa Lahan Sawit di Desa Woomparigi Tak Kunjung Selesai, Warga Nilai Kades Terus Ulur Waktu