FKN-08 Teguhkan Konsolidasi Kebangsaan, Perkuat Sinergi Elemen Strategis Bangsa Mengawal Agenda Pembangunan Nasional
JAKARTA, 12 Juli 2026 — Forum Komunikasi Nasional-08 (FKN-08) menyelenggarakan Konsolidasi Rakyat Organisasi Relawan Pendukung Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Hotel Alia Cikini, Jakarta Pusat, sebagai momentum strategis memperkuat konsolidasi nasional sekaligus membangun ruang kolaborasi antarelemen bangsa dalam mendukung agenda pembangunan yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
Mengusung tema "Konsolidasi Rakyat Mendukung Program Pro-Rakyat dan Pro-Kemandirian Ekonomi Presiden Prabowo Subianto", forum tersebut dihadiri lebih dari 125 pimpinan organisasi relawan, tokoh masyarakat, akademisi, komunitas, serta para inisiator FKN-08. Hadir pula Ketua Umum DPP Projamin, Drs. A.I.M. Nababan, M.M., bersama sejumlah pimpinan organisasi nasional lainnya.
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi forum silaturahmi, melainkan ruang strategis untuk menyelaraskan visi, memperkuat konsensus kebangsaan, serta membangun kemitraan yang produktif antara masyarakat sipil dan pemerintah dalam mengawal pelaksanaan program-program prioritas nasional.
Dalam sambutannya, Inisiator sekaligus Ketua Panitia, Indria Febriansyah, menegaskan bahwa FKN-08 didirikan sebagai wadah pemersatu yang mengedepankan semangat inklusivitas, kolaborasi, dan gotong royong.
"FKN-08 merupakan rumah bersama bagi seluruh elemen bangsa yang memiliki komitmen terhadap kemajuan Indonesia. Dukungan terhadap pembangunan nasional harus diwujudkan melalui kontribusi nyata, penguatan literasi publik, serta partisipasi aktif dalam mengawal kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, mewakili para inisiator, Yoserizal Nasution memaparkan arah kebijakan organisasi sekaligus memperkenalkan 14 bidang program strategis yang akan menjadi pilar utama gerakan FKN-08.
Salah satu agenda prioritas yang disepakati ialah pembentukan Koordinator Bidang Ketahanan Pangan, sebagai bentuk dukungan terhadap upaya memperkuat kedaulatan pangan nasional. Selain itu, FKN-08 akan mengembangkan berbagai program di bidang ekonomi kerakyatan, koperasi desa, hilirisasi industri, pemberdayaan UMKM, pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, pengembangan sumber daya manusia, hingga penguatan komunikasi publik guna meningkatkan literasi masyarakat dan menangkal disinformasi.
Forum juga menghadirkan Nehemia Lawalata, S.E., mantan Sekretaris Bidang Politik almarhum Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, yang menyampaikan pandangan mengenai pentingnya pembangunan ekonomi nasional yang berpijak pada amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Ia menekankan bahwa penguatan ekonomi nasional perlu diarahkan pada terciptanya sistem yang berkeadilan, produktif, serta mampu menghadirkan kemakmuran yang merata melalui penguatan sektor-sektor strategis nasional dan pemberdayaan ekonomi rakyat.
Sebagai hasil konsolidasi, seluruh peserta menyepakati komitmen bersama untuk memperkuat sinergi nasional dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan, memperluas partisipasi masyarakat dalam pengawalan kebijakan publik, memperkuat ketahanan sosial melalui edukasi dan komunikasi publik yang sehat, serta mempercepat pembentukan perangkat organisasi FKN-08 di berbagai daerah sebagai instrumen pelaksanaan program secara berkelanjutan.
Konsolidasi Nasional FKN-08 menandai lahirnya sebuah ruang kolaborasi yang menempatkan persatuan, gotong royong, dan tanggung jawab kebangsaan sebagai fondasi utama dalam memperkuat pembangunan nasional. Melalui sinergi lintas organisasi dan elemen masyarakat, forum ini diharapkan mampu menjadi mitra strategis dalam mendorong terwujudnya Indonesia yang semakin berdaulat, mandiri, berdaya saing, dan berkeadilan sosial.
(AM )
Related Articles